MetaGlobalNews.com – Dugaan praktik penyelundupan barang ilegal di Pelabuhan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang semakin terbuka lebar dan semakin merajalela. Kegiatan pengiriman barang yang dicurigai ini terlihat sangat terbuka. Diperkirakan berlangsung dari sore hari hingga larut malam, dengan truk-truk bermuatan penuh yang tertutup rapat terpal terus-menerus mengisi muatan ke kapal kayu di dermaga beton tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kuat dugaan, barang yang dikirim bukanlah kebutuhan pokok seperti apa yang disebut masyarakat. Melainkan dugaan rokok ilegal maupun miras kemungkinan ikut disembunyikan di balik modus barang sembako.

Belum lama ini, terpantau oleh tim media kepada kapal kayu KM Selat Indah II dengan GT 34. Ketika awak media mencoba mengambil dokumentasi kegiatan bongkar muat. Para pekerja terlihat sangat alergi dan berusaha menghalang-halangi pengambilan foto maupun video.

Sikap curiga yang berusaha menghalangi ini
semakin akurat data fisik akan adanya sesuatu yang disembunyikan di balik muatan kapal tersebut.

“Kalau jenis barang kami tidak tau apa isinya. Setahu kami muatan kapal kayu itu dari beberapa lori yang parkir di ujung pelabuhan. Lori datang sering sore terkadang malam hari juga,” ungkap seorang warga setempat kepada para awak media.

Bukan hanya dugaan barang ilegal saja yang menjadi alat pertanyaan. Di waktu yang bersamaan, tim media juga menyaksikan sebuah mobil pickup yang mengangkut beberapa jerigen besar sedang mengisi BBM ke kapal barang tersebut.

BBM tersebut diduga berasal dari salah satu SPBU yang berada di SPBU Sekupang. Biasanya BBM seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan nelayan, namun nyatanya diduga dijual kepada pemilik kapal kayu untuk keperluan usaha bongkar muat barang.

Akses dugaan pengiriman barang ilegal bersamaan BBM yang salah peruntukan bukan isu semata. Banyak masyarakat terkecoh dengan aksi kegiatan itu.

Pelaku usaha ilegal semangkin menjadi jadi akibat tindakan, pengawasan dari pemerintah atau pihak berwajib mengalami iklim minus kendor. Pelaku usaha harus diberikan efek jera. Tindakan yang tegas harus hadir di masyarakat bukannya panas tahu ayam.

Sebagai keterangan akhir, Bos daribpemilik kegiatan belum dapat di konfirmasi tim media. Sampai berita di unggah. (mt)