MetaGlobalNew.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap tegas pemerintah Indonesia di tengah rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengkaji ulang klasifikasi pasar modal Indonesia.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Rabu (21/10/2026), Prabowo menyebut Indonesia tidak akan takut dengan tekanan indeks global tersebut.
Dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, Bangsa Indonesia tidak takut siapapun, dan tidak akan gentar,” ujar Prabowo yang disambut tepuk tangan jajaran menteri.
Prabowo menegaskan bangsa Indonesia memiliki kekuatan, keberanian, dan rela berkorban. Ia bahkan membuka opsi penghematan besar-besaran untuk menjaga kedaulatan ekonomi nasional.
“Kalau perlu kita adakan penghematan besar-besaran, kita lebih hemat lagi nanti,” tegasnya.
MSCI Buka Konsultasi Hingga April 2027
MSCI sebelumnya mengumumkan akan membuka konsultasi untuk mereklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market_ (pasar berkembang) menjadi _Standalone Market_ (pasar mandiri).
Alasannya adalah kekhawatiran berkelanjutan terkait aksesibilitas investasi, transparansi struktur kepemilikan saham, dan dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi.
MSCI memberi waktu konsultasi hingga 30 April 2027, dengan keputusan final paling lambat 30 Juni 2027. Selama masa itu, MSCI membekukan sejumlah perubahan indeks untuk Indonesia, termasuk kenaikan _Foreign Inclusion Factor_ (FIF) dan penambahan saham baru ke MSCI Indonesia IMI.
Dampak awal cukup terasa. IHSG sempat anjlok 11,6% pada 16 Oktober 2026 dan menghapus sekitar 85 miliar dolar AS kapitalisasi pasar.
BEI Respons: 80 Saham HSC Bakal Dikeluarkan
Menanggapi sorotan MSCI, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan langkah reformasi. BEI berencana mengeluarkan seluruh saham dengan kategori _High Shareholding Concentration_ (HSC) dari perhitungan IHSG. Per 19 Oktober 2026, tercatat ada 80 saham HSC dengan bobot sekitar 18% terhadap indeks. e87f
Langkah ini diharapkan memperkuat transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia di mata investor global.
Sumber: Reuters, Istana Kepresidenan


