MetaGlobalNews.com – Disaat ribuan masyarakat mengeluhkan pasokan air bersih, terdapat beberapa tangki Air Batam Hilir (ABH) memasok ratusan ton air bersih ke beberapa tempat usaha di Nagoya Kota Batam.
Fenomena tersebut telah menyita perhatian banyak pihak. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak masyarakat di berbagai wilayah masih mengeluhkan pasokan air bersih dari ABH.
Pantauan awak media MetaGlobalNews.com dilapangan pada hari Minggu sekitar pukul 14 : 00 Wib terdapat beberapa unit kenderaan truk tangki air bersih lalu lalang memasok air bersih ke Mall Nagoya Hill Batam dan sekitarnya.
Saat awak media meminta keterangan ke salah satu sopir truk tangki yang saat itu sedang menyalurkan air bersih ke Mall Nagoya Hill.
Ia menerangkan bahwa penyaluran air bersih tersebut hanya untuk seputaran nagoya saja.
“Kita pengantaran hanya di seputaran Nagoya saja bu. Kalau untuk harga perton air bersih, kita patok dua ratus lima puluh ribu rupiah dan untuk satu tankinya berkapasitas sembilan ton, kalau untuk luar nagoya berat di ongkos bu,” ujar sopir yang saat itu di temui di lapangan.
Saat di telusuri lebih lanjut asal pasokan air bersih tersebut, ditemukan beberapa fakta mengejutkan dimana air bersih tersebut berasal dari kantor DAMKAR Sei panas dan Damkar Batu Ampar yang kemudian di komersilkan ke Mall Nagoya Hill dan beberapa tempat usaha di sekitarnya.
Temuan tersebut kini jadi perhatian serius oleh masyarakat Kota Batam.Dimana ratusan masyarakat saat ini sangat sulit mendapatkan air bersih. Namun susah mendapatkan pasokan, tetapi tempat tempat usaha tersebut malah mendapatkan perlakuan khusus dalam mendapatkan air bersih.
“Seharusnya pasukan air di utamakan untuk masyarakat Batam bukan untuk perusahaan swasta, ini malah air bersih di pasok ratusan ton ke Mall dan tempat tempat usaha per hari. Namun, kami masyarakat susah untuk mendapat pasokan air bersih,” tegas Ef, salah satu warga Sengkuang dengan nada kecewa.
Selain itu, awak media juga mendapatkan informasi dari beberapa masyarakat sekitar lokasi yang menyebutkan bahwa fenomena penyaluran air bersih tersebut telah berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu terakhir.
Tim media berharap agar pihak BP Batam dan ABH dapat melakukan evaluasi dan penindakan terhadap temuan ini, agar tidak ada pemangku kebijakan yang menyalahgunakan kewenangannya.
Dalam pengelolaan suplai air bersih, agar penyaluran kebutuhan air bersih dapat merata dan masyarakat tidak di rugikan serta harus lebih di utamakan kedepannya.(mt)


