Metaglobalnews.com – Keberanian dan ketegasan Bea Cukai Batam dipertanyakan terkait maraknya aktivitas bongkar muat barang jasa titip (jastip) secara besar-besaran di Kawasan Top 100, Tembesi, Sagulung, Kota Batam.
Dari keterangan yang diterima wartawan, pihak Bea Cukai justru menolak mengakuinya sebagai ranah tugasnya.
Padahal kegiatan ini berlangsung bertahun-tahun, berjalan setiap hari, dan tanpa ada satu pun penindakan yang dilakukan.
Bukan sebatas menjadi rahasia lagi, ruko yang menjadi lokasi pusat pengepakan barang tersebut tak memiliki papan nama yang jelas. Setiap malam, barang-barang dibungkus secara raving lalu dimuat ke dalam lori box besar.
Kendaraan tersebut kemudian melesat menuju arah Jembatan Barelang, mengarah ke pelabuhan tikus yang selama ini menjadi jalur rahasia penyelundupan barang keluar Batam.
Ketika dihubungi wartawan media ini, Mujiono, perwakilan Bea Cukai Batam dengan tegas menyatakan hal tersebut bukan kewenangan pihaknya.
“Saya pastikan tidak ada keterlibatan BC di situ kak. Dan kalau ada bukti petugas BC ikut bermain, bisa infokan ke saya. Kalau terbukti pasti ada tindakan tegas. Tapi penertiban pelaku jastip bukan ranah BC kak,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Alasan itu yang terus diulang-ulang. Padahal, jelas terlihat bahwa barang-barang tersebut bukan sekadar untuk konsumsi pribadi, melainkan dikirim melalui jalur pelabuhan tikus untuk menghindari pajak dan bea masuk.
Semakin anehnya, ketika Mujiono menyebutkan adanya mekanisme ‘ultimum remedium’, dimana sanksi pidana menjadi langkah terakhir, bukan yang utama.
Hal itu menjadi buah pertanyaannya ketika kapan langkah pertama itu dijalankan. Selama ini, tak ada satu pun petugas yang terlihat turun ke lokasi.
Kapolsek Sagulung, Husnul pun telah berkali-kali dikonfirmasi, namun hingga kini tak ada tindak lanjut nyata.
Warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengaku kegiatan ini sudah berlangsung sangat lama, namun mereka tak pernah melihat satupun petugas berseragam datang.
“Ruko itu memang sudah lama packing barang. Kami tidak tahu barang apa itu. Kerja mereka cepat, langsung masuk lori lalu tancap gas. Petugas? Tidak pernah kami lihat datang ke sana,” ungkap warga.
Meski demikian, kalau bukan Bea Cukai yang bertugas mengawasi peredaran barang lalu siapa lagi. ***(mt)


