MetaGlobalNews.com, Prof Dr Sutan Nasomal menghimbau lahan gambut saatnya dijadikan pertanian perkebunan bukan dibakar ronis.
Masalah lahan hutan yang letaknya kebanyakan jenis gambut selama ini dibakar sebaiknya dijadikan lahan pertanian tumpang sari dan perkebunan lebih berazas manfaat kedepannya. Pemerintah sebaiknya mencoba berusaha mengusahakan seperti ini agar lahan eks hutan berdaya guna.
“Menciptakan perekonomian rakyat dan jutaan lapangan pekerjaan bila perlu buat program transmigrasi dan menghapus pengangguran yang semangkin membengkak setiap tahunnya ”
ujar Prof Dr, Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin Redaksi media cetak onlen berkaitan Presiden Mengundang puluhan Profesor dari berbagai Universitas di Indonesia kemaren ke istana presiden di jakarta membahas masalah eks hutan lahan gambut di Indonesia.
Permasalahan juknis teknis mencari solusi mengatasinya di kantor nya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka dibilangan Cijantung jakarta 1/19/2026 via telpon selulernya.
Persoalan kebakaran hutan saat ini tentu menjadi perhatian besar Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subianto di Istana Jakarta Dengan kondisi tersebut maka perlu informasi akurat yang harus diterima.
Presiden RI agar tepat mengambil langkah langkah memperbaiki keadaan di lahan gambut yang berada di Sumatera Kalimantan serta Sulawesi.
Langkah apa yang harus di lakukan Presiden RI agar tidak ada lagi lahan gambut yang terbakar serta merugikan masyarakat luas.
Langkah pertama lahan gambut memiliki kandungan vitamin yang subur pada tanahnya dan menyimpan air yang sangat banyak. Hanya saja tanah dan air di wilayah gambut mengandung asam yang tinggi serta gas.
Tanah gambut adalah lahan yang sangat subur. Maka perlu kajian dan arahan para ahli tanah dan air agar bisa dimanfaatkan lahan gambut.
Pohon teh adalah jenis tumbuhan yang mudah di tanam serta subur di tanah gambut dengan dukungan draenase yang baik.
Menciptakan perkebunan teh di lahan gambut tidak sulit karena saat ini dukungan tekhnologi sudah memadai dan menggunakan fosfor bisa mewujudkannya agar keasaman tanah berkurang.
Apalagi merubah air keruh di lahan gambut agar bisa menjadi air bersih bisa diwujudkan. Perkebunan AKASIA juga sangat cocok di lahan gambut sebagai sumber tersedianya bahan untuk kertas.
Perkebunan seperti buah nanas buah semangka, perkebunan kopi, Perkebunan karet. Tanaman palawija lainya juga sangat bagus di lahan gambut. Lahan gambut juga bisa dibuat persawahan dan tumpangsari.
Permasalahannya saat ini wilayah tanah gambut sangatlah luas maka perlu program dan modal yang cukup untuk memanfaatkan lahan gambut agar menjadi perkebunan.
Sarjana pertanian di Indonesia sangatlah banyak yang bisa di serap pemerintah untuk membangun badan perkebunan di lahan gambut.
Transmigran harus kembali di hidupkan untuk pertanian. Dalam waktu 5 tahun mendatang lahan gambut ini sudah bisa menunjukkan hasil dan perekonomian akan meningkat. Presiden harus memahami hal ini.
Dari pada tiap tahun Presiden RI pusing dikritik dampak dari kebakaran di lahan gambut. Maka Prof DR Sutan Nasomal SH,MH memberikan saran dan himbauwan agar Pemda bersama TNI dan Polri dan masyarakat transmigran diberikan mandat dan modal membangun perkebunan di lahan gambut. Juga bertanggung jawab tidak boleh ada kebakaran hutan dengan sangsi hukuman yang tegas.
(Sumber :Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonomi-Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii-Ketua Umum Perkumpulan Advokat muda Indonesia Assotion Of Yeung Infonesian Advocates-Rektor Universitas Pronass-Rektor Sekolah Tinggi Bangsa Negara Bersatu-Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH)


