Metaglobalnews.com – aktifitas pengiriman barang ke luar daerah masih dilakukan oleh sekelompok pelaku usaha di dermaga pelabuhan beton Tanjung Riau, Sekupang. Kegiatan ini tidak bisa dihentikan lantaran nilai anggaran rupiah terhadap barang yang akan di hantar begitu fantastik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Belum lama ini, dikabarkan bahwa ada beberapa lori truk berkapasitas dengan full muatan barang bertutup terpal bongkar ke kapal yang ada di pelabuhan. Bukan lori biasa saja, lori box juga ikut berperan disana.

Cara dari pelaku melakukan hal ini, tampak sekali ketika para pengendara biasa atau tidak ada kepentingan di larang masuk ke area pelabuhan.

Pintu portal dari bahan besi akan di tutup, nanti nya katika lori masuk ke dermag. Bongkar muat yang akan di lakukan tanpa ada penerangan sama sekali. Hal ini mempermudah dan agar tidak di ketahui oleh orang sekitar.

Selanjutnya, di pintu masuk portal nanti nya akan di jaga oleh beberapa orang. Setiap orang yang akan masuk ditanya kepentingannya.

Pantauan awak media, Jumat (18/09). Pelabuhan tersebut merupakan pelabuhan rakyat yang resmi. Keberadaan dari beberapa pos milik oknum tertentu hanya basa basi dari pelaku yang mempunyai dekingan kuat dan modal besar untuk jalur transit sebagai singgahan barang.

Barang nya pun di kabarkan tidak main main. Informasi di dapat dugaan barang Jastip, rokok maupun mikol kerap dibongkar disana.

Kepintaran bagi pelaku usaha ilegal tersebut. Sebagian warga dijadikan sebagai tukang panggul atau buru barang.

Kabar yang di peroleh tim media ini, bahwa Aktor utama dari peran kegiatan ini berinisial ‘A**M’.
Nama inisial itu sudah tidak asing lagi di kalangan pelaku ilegal. Sanking lama nya berusaha dipelabuhan tersebut. Pihak Bea dan Cukai Batam enggan untuk memberikan tindakan tegas terhadap barang milik ‘A**M’.

Upaya untuk mengkonfirmasi terkait kegiatan di pelabuhan Tanjung Riau, sangat aneh dan tidak masuk akal kalau pihak Bea dan Cukai tidak mengetahui nya. Apalagi di tambah ada Pos dari oknum pemerintahan disana.

Kepala Bea dan Cukai Kota Batam, Agung Widodo melalui Humas, Mujiono alergi terhadap wartawan kerika di konfirmasi. Dugaan menyelimuti hubungan kedekatan dengan pelaku usaha dapat rusak apabila di lakukan sistem pengawasan dan tindakan extra ketat.

Sementara, Lurah Tanjung Riau dan Kapolsek Sekupang belum dapat di konfirmasi lebih lanjut.**(mt)